UAS bagian 2
Rascal melajukan mobilnya menuju Rumahnya, tak membutuhkan banyak waktu akhirnya mereka sudah sampai dirumah Rascal. Rumah Rascal bergaya minimalis dan didepan rumahnya banyak ditanami bunga ada mawar merah mawar putih bunga anggrek dan ada juga pohom pohon bonsai.
Mereka akhirnya keluar dari mobil dan Rascal mengajak Angel masuk.
“Ayo masuk, di dalam ada mamah kok” ujar Rascal dan langsung diangguki oleh Angel.
Rascal memperkenalkan Angel dengan mamahnya, memang ini tujuannya agar Angel lebih dekat dengan mamahnya. Apalagi ketika mamahnya menyambut dengan sangat ramah membuat Angel senang dengan itu semua.
“Tante lagi sibuk apa di dapur?” Tanya Angel.
“Tante lagi buat kue, kamu suka kue?” Tanya mamah Rascal balik, mereka baru saja kenal tapi sudah akrab.
“Suka tapi nggak bisa buatnya tante” ujar Angel.
“Ya udah nanti kapan-kapan kamu latihan sama tante aja buat kuenya” ucap mamah Rascal dan langsung diangguki oleh Angel.
“Nggak ngerepotkan tapi tante? Tante nggak sibuk?” Tanya Angel.
“Nggak kok, tante malahan senang orang biasanya juga berdua sama Rascal” jawab mamah Rascal.
“Lha suami tante kemana?” Tanya Angel.
“Suami tante sudah meninggal” jawab mamah Rascal.
Angel yang mendengar itu langsung memeluk mamah Rascal dia tidak bermaksud untuk membuatnya bersedih kini dia menyesali ucapannya yang bahkan sangat lancang bertanya banyak hal dengan mamah Rascal.
“Nggak papa, yang penting tante seneng liat anak tante bahagia sekarang” ujar Dewi,Mamah Rascal.
Angel kembali memeluk Dewi, dia tidak tahan jika melihat hal yang seperti itu sangat terlihat jika Dewi berharap bahwa Angel lah yang akan membahagiakan anaknya tapi dalam hatinya bahkan Angel masih saja menggantung perasaan Rascal hal ini lah yang membuatnya sangat kecewa pada dirinya sendiri.
Angel kini melihat Rascal yang sudah berada di anak tangga lalu Angel memberi tahu pada tante Anggun agar tidak menangis lagi karena dia takut Rascal akan melihatnya dan hal itu membuat Rascal sedih. Angel berjanji akan membuat Rascal bahagia, entah bagaimana caranya tapi dia rasa dia akan mulai melakukan hal itu yaitu membuka hati untuk Rascal.
“ada apa ngel?” Tanya Rascal.
“nggak ada apa apa kak, hehhe tadi tante cerita cerita gitu tentang makanan terus ante anggun mau ngajarin aku masak deh” jawab Angel.
“oh, gitu ya nih bukunya kamu bawa aja” ucap Rascal memberikan buku yang dia maksud tadi,
“nggak papa emang kak? Makasih ya?” ujar Angel.
Anggun lalu menghampiri Rascal dan Angel dia mengajak mereka untuk makan siang bersama, Angel senang bisa dekat dengan ANggun karena memang mamah Rascal sangat ramah dan membuatnya nyaman.
“Ayo makan siang dulu, nanti tante ambilin cake yang baru tante buat” ujar Anggun.
“Makasih tante, maaf dah repotin ya” ucap Angel.
“Nggak kok, tante seneng kamu disini” ujar Anggun.
Angel dan Rascal makan siang bersama, apalagi kini ANggun terlihat sangat senang melihat anaknya yang tersenyum bahagia semenjak kedatangan Angel. Hidup Rascal yang awalnya memang lebih menyedihkan di rumah sekarang bisa perlahan membaik setelah bertemu Angel.
“Ini cheese cake nya,” ucap ANggun lalu duduk di samping Rascal.
“Aduh cantik banget tantee, jadi sayang buat di makan ih” ujar Angel.
“Makan dong sayang nanti lain kali tante buatkan lagi” ucap Anggun.
Angel mencobanya dan rasanya dia sangat jatuh hati dengan cake yang di buat oleh Anggun, teksturnya yang sangat lembut dan dengan rasa manis yang pas membuatnya ingin terus mencoba cake ini. Angel dia orang yang tidak terlalu suka manis ketika memakan kue karena dia bisa eneg kalau kemanisan dan kini dia menemukan rasa yang tepat.
“Super sekali tante, kenapa tante nggak buka bisnis kue? Ini enak banget” puji Angel.
“Iya emang enak kan, aku aja suka heran kenapa mamah jago buat cake” ucap Rascal menambahi.
“Iya coba aja buka bisnis kue tante” ucap Angel.
“Ya nanti yang ngurus Rascal siapa kalau tante sibuk?” Tanya Anggun.
“Rascal malah seneng mamah memiliki kesibukan mah, nanti kalau Rascal sibuk sekolah kan mamah juga sendiri di rumah” ujar Rasca;
“tuh tan kak Rascal aja ngedukung tuh, gimana kalau kita berbisnis tan? Lagian juga kakakku kemarin baru membangun pertokoan di pusat kota tan, kan rame tuh ntar aku tanyain deh tapi ya mulainya jangan sekarang hehhe waktu liburan UAS deh kita latihan buat kue tan. Gimana?” antusias Angel.
“wah kebetulan sekali ngel ya udah deh tante setuju aja, nanti tante bereksperimen lagi biar kuenya lebih beraneka ragam”
“sip tan, yee seneng banget deh dari dulu pengen bisnis tapi belum dibolehin tapi ini mungkin dibolehin karena bisnisnya sama tante”
“ya makasih ya sayang”
“makasih juga tan”Angel langsung berlari memeluk tante anggun.
Setelah selesai makan kini tak terasa jam sudah menunjukkan pukul tiga sore waktunya Angel untuk pamit pulang kerumah. Dia berpamitan kepada Anggun dan Anggun bahkan menyuruhnya untuk kembali datang agar bisa membuat kue bersama.
“sering-sering kesini ya Angel” pinta Anggun.
“Siap tante, kalau kak Rascal yang ngajak” jawab Angel.
“Aku ajakin setiap hari kalau gitu” ujar Rascal bercanda.
“Angel pamit dulu yaa tante, see you” pamit Angel tak lupa mencium tangan Anggun.
Kini mereka berdua sedang berada di dalam mobil, Keterdiaman Rascal membuat Angel tidak nyaman dia hanya takut jika Rascal tidak setuju dengan sarannya untuk mengajak tante ANggun berbisnis dengannya itu.
“kak, kok diem sih? Nggak papa kan aku ngjak tante anggun bisnis?” Tanya Angel memastikan.
“nggak papa kok, aku malahan seneng mamaku nggak kesepian lagi” jawab Rascal.
“yes, thank you ya kak”
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah Angel, setelah mengucapkan terima kasih Angel lalu turun dari mobil Rascal. Dia melambaikan tangannya dan menunggu mobil tersebut hilang dari pandangannya, setelah mobil itu menjauh kini Angel langsung masuk kedalam rumah. Disini masih sepi karena semua keluarganya sedang ada acara di luar rumah, dia memutuskan untuk masuk kedalam kamar dan beristirahat, tapi sebelum itu dia tak lupa berganti baju dan membersihkan dirinya.
Lembayung senja udah ada di ufuk barat saat Angel terbangun dari tidurnya, dia mulai merenggangkan tubuhnya lalu menuju ke balkon kamarnya. dia melihat lembayung senja yang sangat cantik itu, setelah puas melihatnya aku langsung menuju kebawah untuk mengambil air untuk minum.
Angel yang melihat mamahnya pun langsung bertany periha guru les nya, memang dia lemah di Fisika hal ini lah yang kadang membuatnya takut tidak bisa menyelesaikan ujiannya esok hari.
“Bu Fransiska bisa kan mah?” Tanya Angel setelah menghabiskan segelas air putih yang diambilnya tadi.
“bu fransiska nggak bisa datang dear katanya ada urusan mendadak banget” jawab Melani, ibu Angel.
“yah angel belajar sama siapa dong mom? Aku nggak begitu paham sama fisika” ucap angel lemas.
“duh iya ya, coba Tanya kakak kamu kali aja punya kenalan guru fisika” saran mamah Angel.
“oke deh ma, thank you” ucap Angel lalu menuju kamar kakaknya.
Angel langsung menuju kamar kakaknya, dia akan bertanya mengenai guru fisika karena mana mungkin Angel bisa belajar sendiri? Mungkin yang mata pelajaran lain dia bisa belajar sendiri tapi fisika merupakan kelemahannya, dia hanya ingin belajar dengan baik dan harus ada yang mengajarinya.
“Kakak” panggil Angel.
“Masuk aja dek” jawab Adit
“Kakak punya kenalan guru fisika? Bu Fransiska ga bisa datang ih kakak tau kan kalau fisika aku nggak bisa belajar sendiri” ujar Angel.
“Nanti kakak ajarin aja,” ujar Adit.
“Makasih kak, oh ya mau nanya ruko yang kemarin masih ada nggak?” Tanya Angel.
“Kenapa? Tinggal satu soalnya laku keras di wilayah yang sangat strategis” jawab Adit.
Angel diam kini dia bingung akan mengatakan apa pada kakaknya, pasalnya dia juga takut dimarahi dan dilarang untuk berbisnis itu. dia perlu meminta ijin pada orang tua dan kakaknya sebelum melakukan itu semua.
“Angel mau bisnis sama mamahnya kak Rascal” jawab Angel.
“Kamu kan masih sekolah dek” ujar Adit serius.
“Tapi aku mau mulai kak, udah ada tabungan juga kok” ucap Angel “Jadi please satu tokonya buat Angel ya?” pinta Angel.
“Ijin dulu sama mamah papah baru kakak kasih itu toko buat kamu” final Adit.
Kalau sudah begini mau tidak mau dia harus ijin mamah dan papahnya walaupun memang sangat menguji nyali ya sudahlah karena dia sudah niat dia akan meminta ijin kepada orang tuanya.
“Ya udah, ayo makan dulu nanti belajar” ujar Adit dan langsung diangguki angel.
Mereka sudah berada di ruang makan, Melani dan Dirga sudahh ada disini dan kini Angel rasanya takut untuk meminta ijin tapi kini kakaknya menguatkannya dan dia memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.
“Mah pah, kalau Angel ijin mau buka usaha bagaimana?” Tanya Angel kepada mereka.
“Kamu kan masih sekolah dek” ucap Dirga.
“Iya nanti bagaimana sekolahmu sayang?” Tanya Melani.
“Adek kan bisnisnya sama mamahnya kak Rascal, nanti Angel aja yang masalah promosi di media social jadi masih bisa tetep fokus belajar nanti weekend aja Angel ikut turun langsung kesana” ucap Angel “Angel hanya mau usaha mah, kalau berkembang kan Angel seneng masih muda dah sukses”
“Ya sudah jika itu pilihan adek, tapi adek tetep harus fokus dan nggak boleh nyerah loh ya… bisnis nggak mudah dek kalau Cuma mau mau an mah nantinya nggak jadi berkembang usahanya” pesan Dirga.
“Mamah dan papah nggak masalah berarti kan? adek diijinkan bisnis?” Tanya Angel memastikan.
“Boleh nak, asal sekolah juga jangan lupa” pesan Melani dan ini membuat Angel sangat senang.
“makasih mah, pah dan kakakkk Angel seneng” ujar Angel.
Mereka senang melihat Angel sebahagia ini, sebagai orang tua mereka hanya bisa mensuport apa yang terbaik bagi anaknya. Apapun yang anaknya ingin coba selagi itu baik mereka harus mendukungnya.
“Nanti adek belajar fisika sama kakak jadinya” ujar Angel.
“Nanti mamah siapkan snack” ucap Melani.
“Jangan yang berminyak mah, buah aja” pesan Adit dan langsung diangguki oleh mamahnya.
Angel dan Adit kini langsung mulai belajar, Adit mulai meerangkan bagaimana cara mengerjakan soal yang ada di buku kumpulan soal yang Rascal berikan. Angel menyimak dengan baik dan mulai mengerjakan sesuai arahan.
Tak terasa kini jam menunjukkan pukul sepuluh malam dan akhirnya Angel sudah selesai belajar fisika. Dia tenang setidaknya dia menguasai beberapa rumus yang nantinya akan di gunakan dalam beberapa kasus sesuai dengan kisi-kisi yang sudah di bagikan sebelumnya.
“Makanannya Angel bawa ya?” pinta Angel.
“Iya dek, jangan sampai larut malam nanti belajarnya awas aja kakak cek nanti” ucap Adit.
“Iya kakak” jawab Angel.
Setelah itu angel langsung kembali ke kamarnya, dia mulai belajar dua matkul yaitu seni budaya dan olahraga karena seni budayanya adalah tari dia harus membaca beberapa hal agar bisa paham untuk mengerjakan soal besok.
Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, kini Angel merasa lapar dan dia memutuskan untuk membuat mie instan. Dia tidak sering membuatnya dan jika hanya ingin dia baru akan membuat mie itu. tak membutuhkan waktu lama akhirnya mie yang dibuatnya pun sudah jadi, karena dia takut makan sendiri di sini dia pun memutuskan untuk memakannya di dalam kamar.
Hampir lima jam dia tidak mengecek ponselnya sama sekali, banyak chat yang masuk di ponselnya apalagi grup kelas bahkan jam segini masih saja ramai karena bagi bagi kisi-kisi untuk mata pelajaran besok. Kini pandangannya terarah pada chat yang di kirimkan oleh Rascal untuknya.
Belum tidur ngel?
Belum kak, kelaparan ditengah malam aku lalu mengirim foto mie ku kepadanya
Duh kasihan, jangan makan mie terus lo ngel. Emang belum selesai belajarnya?
Dikit lagi kak. Hehehe
Ya udah. Selamat malam jangan tidur terlalu pagi
Setelah itu Angel segera menghabiskan makanannya, dia segera menaruhnya di dapur dan setelah itu segera menyelesaikan belajarnya. Pukul dua dini hari dia akhirnya menyelesaikan belajarnya itu. pintu kamarnya terbuka dan terlihat kakaknya yang masih belum tidur sampai saat ini.
“Dek tidur” ucap Adit.
“Iya kak dah selesai kok, tinggal nata buku setelah itu langsung cuci muka dan tidur” ujar Angel.
“Ya udah, besok kakak bangunin pagi” ucap Adit sebelum menutup pintu kamar adiknya.
Setelah membereskan bukunya, Angel langsung masuk ke kamar mandi dan mencuci mukanya dia senang akhirnya sudah selesai belajar dan dia akan memutuskan untuk tidur sekarang.
bersambung