Pertengkaran Tak Terelakkan

1414 Kata

Ayana melepaskan genggaman tangan Danang saat mereka tiba di depan meja resepsionis. Ia kecewa karena pria itu tidak berani mengangkat wajahnya untuk membela dirinya. Ayana tau, keputusannya untuk menerima Danang akan berdampak buruk pada perkerjaan Danang saat ini. Ayana sadar telah membahayakan Danang karena membawa pria itu masuk dalam kehidupannya yang sarat akan masalah menyangkut atasan mereka, Rasya Adhiaksa. Ayana menyesal bukan karena tak menyukai Danang. Tapi ia menyesal karena saat ini pekerjaannya ikut dipertaruhkan. "Saya minta maaf ya sama kamu," ucap Ayana lemah. "Gak apa - apa. Justru saya yang harusnya minta maaf karena gak bisa bela kamu di depan Pak Rasya," sahut Danang dengan raut wajah menyesal. Ayana menghela nafasnya berat, hatinya begitu bimbang. Keduanya mema

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN