Entah apa yang ada di pikiran Rasya saat ini, namun perlahan tangan Rasya mulai melepaskan tangan Nadia dari lengannya. Matanya mulai terasa panas, seperti ada sesuatu yang mendesak untuk keluar. Rasya memutar bola matanya, dengan cepat memalingkan wajahnya. Ia tak ingin Nadia melihat keadaannya saat ini. "Kamu bisa kembali ke kantor sekarang. Tolong jadwal ulang pertemuan siang ini!" ucap Rasya datar. Tak ada kesan yang menunjukkan jika dia sedang kesal atau sedih. Rasya melangkah cepat menuju mobilnya, meninggalkan wanita itu yang berdiri kaku sambil menatap kepergian Rasya. Tampang Nadia terlihat bodoh, saat ditinggalkan begitu saja oleh Rasya. Seakan - akan dia telah melakukan kesalahan yang membuat Rasya marah. Sementara di dalam mobilnya, Rasya masih terus memikirkan Ayana. "Ap

