Sosok Rasya sedang berjalan di belakang Ayana, mengiringi langkahnya menuju lift. Bisa dikatakan kalau pria itu sedang menguntit Ayana secara terang - terangan. Ayana menarik satu sudut bibirnya ke atas saat dirinya berpaling dari Rasya. "Apa?" tanya Ayana saat berpaling. "Apa sekarang hobimu itu jalan sambil tersenyum?" "Kenapa" "Sebaiknya kau hentikan itu sebelum ada yang mengira kalau kau sudah gila," cibir Rasya sambil terus mengikuti langkah Ayana masuk ke dalam lift dan berdiri satu langkah di belakang Ayana. "Lalu, apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Ayana sinis tanpa menoleh. "Aku sedang berdiri. Apa lagi?" jawab Rasya tak kalah sinis. Ayana mencebik kesal, tapi tetap berusaha menahan dirinya agar tak lepas kendali. "Untuk apa kau mengikutiku?" cecar Ayana lagi. "

