Malam ini Rasya menyetir mobilnya dengan tidak sabaran. Beberapa kali dia berusaha menyalip kendaraan yang ada di depannya. Pria itu lupa jika Tamma sedang duduk di kursi penumpang, tepat di sampingnya. Entahlah, segalanya seperti tak kelihatan lagi. Pikirannya sedang dipenuhi oleh sosok Ayana. Gadis bertubuh mungil yang selalu membuatnya marah. Ya, Ayana si gadis aneh. Seperti itulah Rasya dulu memanggilnya. Sejak bertemu dengannya dulu, gadis itu sudah membuatnya marah. Dan sekarang, Ayana kembali membuatnya marah. Hanya dalam satu malam, Rasya merasa bahagia. Dan dalam satu hari, Rasya kembali marah. Dia tidak mengerti kenapa dia merasa begitu marah saat ini. Dia tidak mengerti, kenapa hatinya sakit saat melihat Ayana duduk dan tertawa bersama Danang, seorang karyawan rendahan di

