Ayana menatapi kepergian Rasya. Kata - kata yang baru diucapkannya membuat Ayana bingung. Ada sedikit perasaan aneh yang ia sendiri pun tidak mengetahui dengan jelas arti dari perasaannya itu. Ayana merasakan seperti ada yang berdenyut di dalam sana yang membuatnya merasa seperti tercekat. "Aku minta maaf..." "Dia ada di ruanganku..." "Aku menyukaimu..." "Apa maksudnya mengatakan semua itu? Kenapa? Si bodoh itu... apa maksudnya mengatakan kalau dia menyukaiku?" Ayana bertanya seakan pada dirinya sendiri. Ingin sekali rasanya Ayana menarik kerah baju Rasya untuk menghentikan langkah pria itu dan menyeretnya kembali untuk menjelaskan semua pada dirinya. "Aku menyukaimu..." "Aku minta maaf ..." Kata - kata Rasya masih terus menggema di otaknya. "Dia harus bertanggung jawab. Kenap

