Sadness and Guilt

1931 Kata

Tamna tak menyambung perkataannya lagi. Dia sudah mengerti apa yang yang terjadi. Untuk kesekian kalinya dalam satu hari ini, dia menghela nafasnya berat hanya karena memikirkan putra sulungnya. Lehernya terasa seperti tercekat, sakit dan perih. Sejak awal, merekalah yang merencanakan untuk menjodohkan Ayana pada Rasya. Mereka dengan sengaja membuat anak - anak itu saling menyukai. Sedikit pun mereka tidak memikirkan, apakah Ayana dan Rasya akan bisa bersama? Mereka tidak pernah mempertimbangkan, jika Ayana mungkin akan menyukai orang lain dalam hidupnya. Orang tua hanya tahu merencanakan, bagaimana agar anak - anak mereka bisa saling menyukai. Tapi lupa mempertimbangkan kemungkinan adanya pihak ketiga yang akan hadir di antara mereka. Dan kini, ketiganya harus terluka karena perasaa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN