Kecewa

1582 Kata

"Kamu dari mana? Kemana aja kamu, Ray? Sudah jam berapa ini, kenapa baru pulang?" Tamma mencecarnya dengan pertanyaan. Malam itu, Tamma Adhiaksa, Liliana, juga Kalina sedang duduk di ruang tamu. Ketiganya duduk dalam diam. Tak seorang pun dari mereka membuka, sampai Rasya kembali ke rumah. Kondisinya sangat kacau. Tak ada yang tau kemana pria itu pergi sejak siang tadi. Dia bahkan tidak pulang ke rumah atau pun datang ke butik Kalina seperti biasanya. "Maaf, aku mau istirahat dulu." Buru - buru Rasya masuk dan tak memperdulikan tiga pasang mata yang terus mengikuti geraknya sejak datang tadi. "Berhenti, Ray!" bentak Tamma. Pria paruh baya itu bangkit dari duduknya dengan raut wajah menggeram marah. Kedua tangannya tampak mengepal kuat. "Pa..." Liliana gemetar takut. Belum pernah ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN