"Maafkan saya... saya rindu sama kamu." Danang melerai pelukannya. Ayana menatap lurus ke depan, menatap sepasang mata pria di depannya tanpa kedip. Ia belum mampu menguasai dirinya dari keterkejutan. Hingga Danang menutup mata Ayana dengan telapak tangannya untuk beberapa saat dan mencium kening Ayana pelan. "Apa kamu baik - baik aja? Tolong katakan sesuatu, jangan hanya diam." Danang menatap Ayana dengan gelisah. Gadis di depannya hanya diam termangu menatapnya. Entah apa yang ada di pikiran gadis itu, namun hal itu mampu membuat Danang menjadi salah tingkah. "Ayana," panggilnya pelan. Gadis itu mengerjapkan matanya beberapan kali. "Apa kamu baik - baik saja?" tanya Danang sekali lagi. "I-iya." "Kenapa hari ini tidak masuk kerja?" "Saya... saya sudah berhenti bekerja." "Kenapa?

