"Selamat pagi Nyonya Kalina," sapa Ayana seperti biasanya saat ia masuk ke dalam butik. "Hai, Ay. Selamat pagi juga," sahut Kalina. Ia hanya menoleh sesaat ketika Ayana masuk tadi, kemudian kembali fokus pada beberapa lembar dokumen yang sedang dibacanya. "Kenapa hari ini kau terlambat? Bukankah hari ini kau dayang dengan naik sepeda?" "Iya. Hari ini saya terlambat bangun, makanya datang ke butik juga ikut terlambat." Hening. Tak ada tanya jawab lagi diantara mereka. Ayana kembali sibuk dengan bunga di tangannya. Beberapa kali tampak mondar - mandir saat mengisi vas dengan air yang baru ia ambil dari wastafel. Sementara, Nyonya Kalina masih sibuk mengurusi pekerjaannya. Mungkin karena akhir bulan, jadi ia sibuk memeriksa beberapa dokumen yang berhubungan dengan laporan pembukuan. Hin

