"Ibu bilang apa barusan? Kerja?" tanya Ayana lagi. Ia memperhatikan ibunya dengan seksama, berharap itu cuma sekedar candaan ibunya aja. "Iya. Kerja. Kau mau tidak?" Sophia balik bertanya. Lama gadis itu menatap Sophia lekat. "Ibu jangan becanda! Gak lucu, tau." Ayana mencebik kesal. "Siapa yang bercanda? Ini beneran. Pak Tamma menawari mu pekerjaan di kantornya, kalau kau mau." "Tapi kan, Bu --" "Gak ada tapi - tapi. Kau kan sudah punya ijazah kursus komputer. Dari pada gak berguna di lemari, lebih baik kau manfaatkan ijazah itu. Lebih baik terima aja tawaran dari Pak Tamma." "Ibu bicara apa sih? Trus yang bantuin ibu di toko siapa? Yang ngantar bunga ke pelanggan juga siapa? Lalu, gimana dengan pesanan bunga dari Mbak Helena?" "Kau tidak perlu mikirin itu. Pikirkan aja masa dep

