"Selamat pagi, Bu." Ayana mengecup kening Sophia lembut saat gadis itu datang menemuinya di ruang penyimpanan. "Selamat pagi sayang..." Sophia tersenyum. "Hari ini ibu akan mengantar bunga lagi?" "Itu harus. Apa kau ingin bertukar lagi dengan Ibu hari ini?" Ayana mengkerutkan dahinya. "Maksudnya?" "Siapa tahu kau berubah pikiran dan ingin mengantar sendiri semua bunga ini ke perusahaan Adhiaksa," ucap Sophia disertai lirikan pada ujung matanya. Ayana memberengut kesal, ia tau jika ibunya saat ini sedang menggodanya. Bibirnya maju hingga beberapa inci membuat Sophia terkekeh geli. "Ibu..." rengek Ayana. "Kenapa?" Tanya Sophia pura-pura tidak tahu penyebab kekesalan putrinya itu. "Apa Ibu ingin aku bertemu sama cowok galak, judes, si monster es itu? Bisa-bisa dia akan memakanku saa

