Kemarahan Rasya

1604 Kata

"Ay..." panggil Ella panik. Tangannya menarik lengan Ayana untuk berdiri. "Apaan sih, Mbak Ella? Kok panik gitu?" "Lihat sini dulu, Ayana!" Suara Ella terdengar agak bergetar, memancing rasa penasaran Ayana untuk segera berdiri dari kursinya. "Ada apa, Mbak El --" kata-kata Ayana terhenti kala netranya bertemu tepat pada sepasang netra lain yang berdiri tepat di hadapan Ayana, di depan meja resepsionis. 'Buset! Ngapain hantu ini datang kemari?' Umpat Ayana kesal. "Ehemm.... Gimana kerjaan kamu, Ayana?" Ayana mengalihkan pandangannya. Sebuah suara terdengar agak berat, suara yang sangat Ayana kenali, memanggil namanya. "Hah? Pak Tamma?" Ayana tersenyum kikuk sambil garuk - garuk kepala. Tamma ikut tersenyum sambil geleng - geleng kepala melihat tingkah Ayana. "Gimana kerjaan kamu? A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN