Ayana keluar dari ruangan Rasya setelah hampir dua jam berada di dalam sana. Gadis itu melangkah cepat dengan kaki yang menghentak - hentak lantai dan wajah di tekuk, tanpa menoleh ke arah Nadia. Tombol di depan lift ditekan hingga berulang kali dengan tidak sabaran. Hingga pintu lift terbuka dan dia buru - buru masuk dan dengan menekan tombol di lift. Hatinya dongkol maksimal. Rasa kesal udah sampai di ubun - ubun. Mungkin sebentar lagi rambutnya bakal rontok semua karena suhu di kepalanya udah mencapai batas tertinggi. Mungkin telor ayam juga bakal matang bila di ceplokin di kepala Ayana saat ini. Ayana mendengus kesal, dengan nafas yang tak beraturan. Ayana sudah tak perduli lagi saat para staff dan karyawan di perusahaan itu melirik sinis sambil berbisik - bisik tentangnya. Hari ini

