Beberapa hari berlalu. Rasanya Ayana ingin menyerah saja dan berhenti mengantar semua pesanan bunga milik keluarga Adhiaksa. Ayana lelah bertengkar terus sama cowok jutek bernama Rasya itu. Pria itu selalu saja sengaja ingin mencari masalah dengannya. Padahal keluarganya sangat baik pada Ayana. Nyonya Liliana selalu mengharapkan kedatangannya di rumah besar itu. Ayana ingat dengan sangat jelas bagaimana wanita paruh baya itu menyambutnya dengan baik. Ia memperlakukan Ayana sama seperti Kalina, menantunya. Begitu pun dengan suaminya, Tuan Tamma Adhiaksa selalu menerima kehadiran Ayana dengan baik di kantornya. Dan saat itu Tamma Adhiaksa tertawa saat mendengar Ayana menjuluki putra sulungnya. Tak penting apakah itu di kantor atau di rumah, mereka selalu ramah seperti layaknya orangtua ke

