"Selamat pagi Pak Tamma, Pak Rasya," Nadia langsung berdiri ketika melihat dua orang atasannya tiba di kantor. "Selamat pagi. Kenapa wajahmu pucat? Apa kau sakit?" Tamma menatap cemas pada sekretarisnya itu. "Ah... tidak Pak, saya hanya kurang tidur saja." Nadia merabai wajahnya dengan telapak tangan. Ia tersenyum malu karena Tamma memperhatikannya begitu detail. "Kalau kamu sakit, sebaiknya pulang dan istirahat. Besok kamu bisa bekerja kembali," saran Tamma. Sementara Rasya hanya menanggapinya dengan santai, bahkan terkesan tidak perduli. "Tidak apa-apa, Pak. Saya baik - baik saja." Nadia memasang senyuman lebar pada atasannya. "Ya sudah, saya masuk dulu." Kata Tamma kemudian berlalu masuk ke ruangannya. Rasya hanya diam dan memperhatikan kedua orang itu sejak tadi. "Bagaimana? Ap

