Setelah sore itu, Tanti merasa kesal. Mungkin ada perasaan kecewa terhadap Diana dengan sikap yang emosional.Selama perjalanan meninggalkan rumah Diana, Tanti bertanya tanya sebenarnya apa yang terjadi di antara Diana dan Brian?
Di sisi lain, Diana sangat mencemaskan sahabatnya Tanti. Rasa takut bila terjadi hal yang tak diinginkan. Brian bukanlah cowok yang baik di mata Diana. Walaupun Diana hanya bertemu sekali itupun bersama Firman.
Dianapun memberanikan diri, dan mengirim pesan kepada Tanti.
Diana : Tan kamu pergi kemana?
Cukup lama Diana menunggu balasan pesan dari Tanti hingga perasaan cemas melanda. Hingga akhirnya Tantipun membalas.
Tanti : Aku pergi ke cafe sama Brian
Diana : Apa tidak terjadi sesuatu
Tanti : Tidak Di, kamu kenapa kok kayak cemas gitu?
Diana : Aku hanya takut kamu dipermainkan Brian Tan
Tanti : Kamu kenal Brian sudah lama Di?
Diana : Tidak Tan, Aku baru mengenalnya tadi. Itupun dikenalkan sama Firman dan dia udah berani goda goda aku
Tanti : Sudahlah kamu tenang saja aku gak kenapa napa
********
Keesokan harinya, Diana berangkat sekolah bersama Firman. Itu sudah menjadi rutinitas di pagi hari. Karena itu pula Diana tidak pernah terlambat sekolah.
Saat masuk sekolah Diana tidak sengaja menabrak d**a seseorang. "Maaf" ucap Diana.
"Diana, diantar sama siapa kamu?" tanya Adrian.
"Kak Adrian, tadi teman aku kak" jawab Diana bohong.
"Masak temen pagi pagi mau nganter?" tanya Adrian memojokan "Mesra lagi, pacar ya!".
"Enggak kak" jawab Diana gugup.
"Kalau pacar juga gak papa Di, tapi pasti ada yang patah hati" ucap Adrian.
Alah paling yang patah hati si item knalpot Irawan. Kalau kak Adrian gak mungkin, ya kalau kak Adrian yang patah hati aku pasti ikut galau batin Diana
"Ya udah Di aku duluannya" kata Adrian sambil berlalu. Diana hanya tersenyum ke arah Adrian.
Tak disangka dari kejauhan Diana sudah di perhatikan oleh Rosa kakak kelasnya, dan juga penggemar fanatik Firman. Dasar cewek ganjen udah ngerebut Firman dari gue, masih bisa dia godain Adrian. Awas aja nanti pulang sekolah habis lo cewek murahan batin Rosa.
Diana berjalan menuju kelasnya. Dilihat bangku Tanti masih kosong, tak tau kemana si penghuninya. Diana cemas, tak biasanya Tanti berangkat terlambat ke sekolah. "Sev, kamu tau kenapa Tanti belum datang?"tanya Diana.
"Gak tau, biasanya jam segini anak itu udah nyampek ke sekolah" jawab Seva "Apa karena dia lagi sakit?".
"Kayak gak deh, kemarin dia dari rumah sama temen cowoknya" jawab Diana "Dan Tanti kelihatan baik baik saja". "Gimana kalau nanti pulang sekolah kita kerumahnya buat mastiin!" ajak Seva "Biasanya kan dia ngomong kalau gak masuk sekolah".
"Oke" sahut Diana.
Kegiatan sekolah dimulai, tak terasa sudah waktunya pulang sekolah.
Satu pesan masuk di handphone Diana.
Firman : Sayang aku jemput mau ya?
Diana : Gak usah sayang, aku mau ke rumah Tanti sam Seva
Firman : Aku anter gak papa sayang sekalian Seva juga
Diana : Terus kita mau naik motor bertiga biar kayak cabe cabean
Firman : Ya enggak sayang, aku bawa mobil. kamu jangan jutek jutek nanti tak cium lo
Diana : Maunya
Firman : Ya udah 5 menit lagi aku tunggu depan sekolah kamu ya
Diana : Ya sayang
Diana dan Seva keluar dari sekolah. Di dekat gerbang sekolah Rosa dan teman temannya sudah menunggu akan melabrak Diana. Namun mereka terkejut, ternyata Diana dijemput oleh Firman. Dan mereka iri melihat Diana dijemput menggunakan mobil CRV keluaran terbaru. "Apa itu Firman kok keren banget" ucap Loli salah satu teman Rosa.
"Iya keren udah ganteng bawaanya mobil segala, iri aku sam si Diana" sahut Luluk teman Rosa. Ekpresi marah Rosa sangat terlihat.
*******
"Sayang" sapa Firman sambil melambaikan tangan ke arah Diana. Diana dan Seva mendekati Firman.
"Kamu jangan manggil aku gitu, malu tau sama orang orang" kata Diana malu.
"Kamu itukan sayang aku, masak manggil sayang aja gak boleh" goda Firman.
"Udah ah, ayo anter ke rumah Tanti" ajak Diana. Mereka naik ke mobil dan bergegas menuju rumah Tanti.
"Sayang aku gak ikut masuk ya" kata Firman "Nanti kalau kamu mau pulang kamu chat aku aja tak jemput".
"Iya sayang, ya udah aku turun dulu. Makasih tumpangannya" jawab Diana.
"Makasih ya kak" ucap Seva malu.
"Oke, nanti jangan lupa ya" kata Firman menjauh mengendarai mobilnya.
Tok... tok.. tok Seva mengetok pintu rumah Tanti. Tidak ada jawaban dari dalam rumah. "Di gimana ini coba kamj telepon Tanti" suruh Seva.
"Iya aku coba" sahut Diana.
Tut... tut.. tut.. tidak ada respon dari telepon Tanti. Tak lama kemudian seorang wanita keluar membukakan pintu. "Cari siapa ya?" tanya wanita itu.
"Kami mencari Tanti bu, Apakah Tanti ada dirumah?" tanya Seva.
"Maaf Tanti belum pulang dari kemarin" jawab wanita yang kebetulan ibu dari Tanti " Kemarin dia pamit ke saya mau kerumah temannya, tapi sampai sekarang Tanti belum pulang".
"Apa ibu sudah menghubungi Tanti?" tanya Diana.
"Sudah saya hubungi dan saya juga berniat melaporkan ke polisi tapi masih menunggu, ayahnya juga kebingungan mencari Tanti" jawab ibu Tanti gelisah "Tolong ya nak bantu ibu cari Tanti, mungkin kamu tau keberadaan Tanti sekarang".
"Baik bu, saya akan mencoba membantu" jawab Diana "Saya permisi dulu ya, pamit pulang sekaligus bantu cari Tanti".
Diana dan Seva bingung harus mencari Tanti di mana.
Mereka memutuskan untuk pulang ke rumah dahulu, lalu pergi mencari Tanti. "Sev, apa yang harus kita lakukan aku bingung?" tanya Diana "Bagaimana keadaan Tanti sekarang?".
"Aku juga tidak tau Di?" jawab Seva "Kata ibunya tadi dia pergi kerumah temannya, apa kamu tau?".
"Iya aku lupa cerita ke kamu, kemarin Tanti ke rumah aku sama Brian temannya Firman" jawab Diana "Aku takut terjadi hal buruk".
"Memang kenapa Di?" tanya Seva bingung.
"Brian itu bukan cowok baik Sev, aku takut dia ngelakuin hal yang tidak tidak ke Tanti. Dia suka godain cewek sama mabuk" jelas Diana.
"Kamu tau soal Brian? kamu kenal lama?" tanya Seva.
"Aku cuma sekali ketemu Brian itupun diajak Firman" jawab Diana "Apa kita harus minta bantuan Firman?".
Diana : Sayang kamu mau bantu aku
Firman : Bantu apa sayang?
Diana : Kemarin teman aku kerumah sama Brian temen kamu. Dia sampek sekarang masih belum pulang
Firman : Teman kamu siapa namanya?
Diana : Tanti, kamu tau dia di mana?
Firman : Tadi siang aku ke studio tempat latihan, aku kayak liat Brian sedang ketiduran di kamar dekat studio sama cewek. Aku kira cewek itu pacar Brian yang biasanya diajak tidur bareng
Diana : Beneran Brian tidur sama Tanti, apa dia masih di studio?
Firman : Gak tau sayang, aku tadi kan kuliah habis dari situ. Aku coba telepon Brian nanti kalau ada kabar aku kasih tau kamu ya
Diana : Beneran aku tunggu kabarnya
Firman : Siap sayang
"Sev, kata Firman dia ngeliat Brian tidur sama cewek!" kata Diana cemas "Apa mungkin itu Tanti?".
"Hah gak mungkin itu Tanti, walaupun dia suka godain cowok tapi Tanti gak gampangan" jawab Seva ketakutan.
Kring... kring..
"Halo, bagaimana apa kamu bisa hubungin Brian?" tanya Diana.
"Sabar sayang, aku tadi hubungi Brian tapi gak diangkat. Terus aku telpon Agung biar mastiin apa Brian masih ada di sana. Dan ternyata Brian masih ada sama ceweknya, dia kelihatan habis minum minuman sampai mabuk karena di dekat mereka tidur banyak botol alkohol" jawab Firman.
"APA..jemput aku sekarang aku tunggu di rumah, eh maksudnya depan supermarket. Anter aku kesana" bentak Diana.
"Biasa aja sayang gak usah marah gitu ke aku, aku jemput sekarang" jawab Firman.
Sampainya di studio, tak disangka cewek yang di katakan Firman itu adalah Tanti. "Tanti kamu sedang apa disini?" tanya Diana marah.
"Kamu siapa? Kamu gak usah ganggu aku. Dasar PENGGANGGU!!!" jawab Tanti tak sadar melanjutkan tidur bersama Brian.
Diana marah menarik tubuh Tanti dari pelukan Brian, plaakk... satu tamparan di wajah Tanti.
"Kurang ajar kamu berani kamu mukul aku" bentak Tanti.
Air mata jatuh dari mata Diana, tak disangka sahabatnya bisa melakukan hal seperti ini. "Tan aku Diana, aku sahabat kamu. Ayo kita pulang, kasihan ibu kamu. Kamu lupa sama janji kita bertiga kita boleh nakal tapi gak boleh ngelakuin hal kayak gini" kata Diana terisak.
"Bener Tan ayo pulang jangan kayak gini kamu" tandas Seva.
"Kamu enak bilang kayak gitu, karena kamu bisa dapetin cowok yang kamu inginkan. Tapi aku gak ada yang mau respek sama aku. Padahal aku juga udah cantik, menarik tapi apa cowok cowok hanya lihat aku tapi gak tertarik sama aku. Terus Brian datang, dia suka sama aku. Lalu apa salah aku nunjukin cinta aku ke Brian" kata Tanti geram.
"Tan, cinta gak harus kayak gini. Cinta itu menjaga satu sama lain" ucap Seva "Aku juga gak punya cowok karena aku sudah punya kalian yang nemenin aku".
"Bener Sev, jangan ngerusak diri kamu sendiri" imbuh Diana.
"Kalian gak usah sok perhatian sama aku, aku mau ngelakuin hal yang aku inginkan" bentak Tanti.
bersambung....