Firman dan Diana menjalani hubungan selayaknya remaja yang sedang berpacaran, namun Diana masih belum berani memberitahukan hubungannya kepada orang tuanya. Karena sang ibu tidak memperbolehkan Diana untuk berpacaran dan harus mementingkan sekolah.
Firman : Pagi sayang
Diana : Pagi juga sayang
Firman : Hari ini kamu bisa gak nemenin aku manggung di dekat plaza mall?
Diana : Apa aku tidak mengganggu nantinya
Firman : Tidak sayang, aku malah seneng kamu bisa nemanin aku
Diana : Memang teman temanmu tidak keberatan?
Firman : Aku sengaja ngajak kamu biar mereka tau kalau aku sudah punya cewek
Diana : Baiklah
Firman : Oke nanti aku jemput jam 1 siang ya sayang
Diana : Ya sayang
Mereka sering mengirim pesan, walau sebenarnya Diana canggung bila harus memanggil sayang kepada Firman. Tapi tau sendiri Firman selalu memaksa Diana untuk bersikap romantis kepadanya.
********
Siangpun tiba, pasangan remaja ini janjian untuk datang ke acara konser bersama. "Apa tidak apa apa aku ikut kamu?" tanya Diana "Nanti aku nungguin kamu di sana sama siapa?".
"Kan ada kru di belakang panggung sayang, kamu bisa lihatin aku aja biar gak bosen" ucap Firman dengan PEDEnya.
"Orang kok PEDE banget!" gumam Diana sambil cemberut.
Sesampainya mereka di belakang panggung, mereka bertemu teman teman Firman. Disana ada Agung, Denis, serta Brian. Kehadiran Diana di tengah tengah mereka menjadi pusat perhatian.
"Siapa nih bro?" tanya Agung menggoda.
"Gak usah goda goda pacar gue, gue jitak baru tau rasa lo!" jawab Firman dengan nada tidak suka.
"Pantesan aja suka senyum senyum sendiri, ceweknya cantik imut lagi jadi pengen kalau ada satu lagi!" canda Denis.
"Cari sono di jalan kalau ada punggutin!" jawab Firman asal.
Sedangkan Brian hanya menatap Diana dengan tatapan penuh selidik. Diana ini memang cantik ya, gak salah kalau si Firman suka sama dia. Apa mungkin aku bisa merebut dia dari Firman. Aku harus cari cara biar lebih dekat dengan dia batin Brian.
"Yuk kita sudah di tunggu panitia tuh, waktunya kita manggung" seru Denis.
"Let's go!!!" sahut Firman.
Penampilan mereka memukau para penonton yang hadir tak sedikit fans cewek mereka berteriak teriak nama mereka saat konser berjalan.
"Denis , I LOVE U ... teriakan para fans terdengar sepanjang konser.
"Firman, Kamu ganteng banget sih..... beberapa fans lain bersorak sorak.
Sedangkan Diana di belakang panggung merasa agak tidak nyaman. Selama 1 jam konser berjalan dan akhirnya selesai juga. Firman dan teman temannya pergi dari tempat konser menuju studio tempat biasanya mereka latihan juga Diana ikut ke sana. Di studio mereka sudah menyiapkan berbagai snack dan tidak lupa beberapa minuman keras.
"Fir, maaf sebelumnya. Aku ngerasa gak nyaman kalau kalian mau mabuk mabukan di sini!" bisik Diana.
"Tenang aja sayang, anak anak udah biasa kok kayak gini" jawab Firman santai.
"Gimana kalau kita pergi nonton atau ke mall gitu?" tanya Diana dengan rasa yang tidak suka dengan keadaan sekitar.
Firman malah menjawab dengan santai "Aku capek sayang, udah disini aja gak udah lebay kamu".
HURF.. Diana mendengus kesal Tau kayak gini aku gak mau di ajak sama Firman suka maksa, seenaknya sendiri. Aku kan gak pernah kumpul kumpul macam gini. Kalau ketahuan ibuku bisa abis aku nanti batin Diana.
Firman dan teman temannya menikmati minuman serta makanan yang ada di hadapannya tanpa menghiraukan keberadaan Diana disana. Situasi merasa sangat menebarkan saat salah satu teman Firman yaitu Brian mulai menggoda Diana dalam keadaan mabuk. " Hai cantik, boleh gak aku minta cium sama peluk" tanya Brian dengan cengar cengir.
" Lo ngomong apa barusan" bentak Firman "Lo gila ya godain pacar gue di depan gue sama pegang pegang dia lagi. Cari mati lo".
Satu tinjuanpun mendarat di wajah Brian, "Sudah bro sudah, gak usah berantem" lerai Agung "Lo juga Brian gak usah godain cewek orang napa nih teman kita sendiri, Lo kan banyak pacar di luaran sana!".
Diana hanya diam ketakutan melihat kejadian yang barusan terjadi di hadapannya. Diana memberanikan diri dan keluar dari studio, dia takut terjadi sesuatu bila terus berada disana. Aku harus cepat pulang aku gak mau sampai ada apa apa denganku batin Diana.
Tanpa disadari Firman mengikuti Diana keluar dari studio. "Mau kemana kamu sayang?" tanya Firman dengan sedikit kesadaran.
"Aku mau pulang, aku gak suka sama kamu kalau kamu kayak gini. Aku gak mau sampai jadi anak gak bener gara gara pacaran sama kamu. Lebih baik kita putus dan jangan pernah temui aku lagi!" ucap Diana dengan menahan emosi.
" Jangan berkata begitu sayang, aku mohon maaf. Ayo aku antar pulang jangan pernah bilang putus ke aku karena aku sangat menyayangimu" tanggapan Firman atas ucapan Diana yang membuat kesadaran cowok ini kembali.
Dengan terpaksa Diana menuruti kemauan Firman dan mau diantarnya pulang. Di sepanjang jalan mereka hanya berdiam tidak berbicara satu sama lain. "Di mau gak makan dulu di restoran itu? Kamu kan dari tadi belum makan" tanya Firman.
"Baik tapi habis itu anter aku pulang aku gak mau keluar lama lama sama kamu" jawab Diana sedikit judes.
Mereka memutuskan makan bersama di salah satu restoran khas korean itu. "Sayang kamu masih marah sama aku?" tanya Firman sambil memelas.
"Siapa yang gak marah kalau tadi aku kenapa kenapa di sana, emang kamu mau tanggung jawab" jawab Diana emosi.
" Ya ya janji gak bakal minum minum lagi sama kamu, tadi juga aku emosi saat Brian godain kamu. Aku sayang kamu jadu jangan tinggalin aku ya sayang gak usah ada acara putus putus segala ya" pinta Firman agar Diana mau memaafkannya.
"Lihat nanti kalau sampai kamu kayak tadi gak usah hubungi aku lagian juga siapa yang mau di posisi tadi serem tau gak kamu" jawab Diana gusar.
"Ya udah makan dulu ya sayang" bujuk Firman. Rasa hati yang emosipun mereda sembari menyantap hidangan dimeja.
"Enak gak sayang?" tanya Firman sembari menyuapi makanan ke mulut Diana.
"Lumayan!" jawab Diana singkat.
"Sayang jangan bilang putus lagi ya aku sayang sama kamu, aku bakalan berubah demi kamu" ucap Firman. Diana hanya mengangguk.
Setelah makanan di meja habis Diana dan Firman pulang menuju rumah Diana. Namun Firman hanya mengantar sampai dekat supermarket. "Terimakasih sayang" kata Diana sambil melambaikan tangan.
"Iya sayang, aku pulang ya. Nanti aku chat kamu ya sayang kalau sampai rumah!" ucap Firman.
Diana pun sampai rumah dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Untung tadi gak terjadi apa apa, aku takut kalau sampai hak buruk terjadi. Apa lebih baik aku lebih baik membatasi diri bila Firman mengajakku keluar bersama teman temannya? Entahlah aku juga bingung nanti kalau aku gak mau di kira sombong sudahlah sekarang aku ingin istirahat batin Diana.
********
Drrrtt.... ada satu pesan masuk.
Tanti : Diana apa kamu di rumah
Diana :Iya, ada apa Tan?
Tanti : Aku boleh kesana gak tapi ngajak temen aku
Diana : Siapa? cowok apa cewek?
Tanti : Cowok sih, boleh gak? aku sebentar aja mau kerumah kamu ngambil buku aku yang ketinggalan kemarin
Diana : Oke tapi awas kalau ngelakuin hal aneh aneh dirumah aku
Tanti : Siap
Selang beberapa lama Tanti pun datang bersama seorang cowok. Dan ternyata itu adalah Brian teman Firman yabg sempat menggoda Diana.
"Permisi, Diana apa kamu dirumah?" ucap Tanti sambil mengetuk pintu.
Tak lama kemudian ibu Diana keluar "Tanti sama siapa ini?" tanya ibu Diana.
"Temen Tanti tante, apa Diana ada dirumah?" tanya Tanti.
"Ada, silahkan masuk! sebentar tak panggilkan Diana ya" jawab ibu Diana.
Diana pun keluar menuju ruang tamu, "KAMU!" Diana terkejut melihat kehadiran Brian yang kerumahnya bersama Tanti.
"Kalian sudah kenal?" tanya Tanti dengan ekpresi wajah kebingungan.
"Ini rumah kamu Diana?" ucap Brian melihat keseluruh penjuru rumah "Gak disangka kita bisa bertemu lagi".
"Ada urusan apa kamu kesini? dan kamu Tanti bisa bisanya kamu ngajak cowok b******k ini kerumah aku" kata Diana amarah yang memuncak.
"Maaf Di apa maksud kamu aku gak ngerti?" sahut Tanti raut muka yang kebingungan "Aku kesini hanya ingin mengambil buku aku yang ketinggalan. Dan soal Brian dia kenalan aku, aku dan dia mau pergi bersama sekalian mengambil buku aku di kamu".
Diana bergegas masuk kamar mengambil buku milik Tanti. "Ini buku kamu, dan kamu harus hati hati dengan cowok itu karena aku tidak suka dengan sikapnya" Diana berbicara memalingkan muka dari Tanti dan Brian.
"Ya udah kalau gitu aku pamit permisi" Tanti pun pergi dari rumah Diana.
bersambung.....