Happy reading . . . Sorry for typos 04.00 dini hari "Sugar..." sapa Hamzah saat masuk ke kamarnya, ia baru saja sampai setelah operasi caesar emergensi saat Hamzah sudah di rumah. Aluna menggeliat saat merasa ada yang memeluk tubuhnya dari belakang. Ia mengusap lengan Hamzah yang melingkar di perutnya. "Baru sampai?" katanya setengah bergumam. "Heum, sorry..." sahutnya sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Aluna. "It's okay..." Aluna berbalik dan memeluk Hamzah. "Quin marah," gumamnya. "Kenapa?" "Iya, kamu on call tadi. Dia mau dikelonin kamu, ngamuk tadi..." Hamzah memejamkan matanya sambil mengusap rambut Aluna perlahan. Ia tahu, tadi dirinya sudah sampai di rumah bahkan hendak tidur namun telepon emergensi menggagalkannya. Aluna sudah pasra

