Langkah Arka terhenti saat indra pendengarannya tak sengaja mendengar suara siulan dari dalam kamar abang tertuanya. Kebetulan pintu kamar abangnya terbuka sedikit, Arka pun masuk ke dalam kamar itu. Arka mengerutkan keningnya melihat gelagat aneh abangnya. Tak biasanya abangnya bersiul seperti sekarang ini. Biasanya ‘kan abangnya selalu terlihat kalem enggak pernah neko-neko. Ia juga melihat raut berseri-seri yang tampak sekali dari wajah seorang Arjuna Dewantara Pratama. “Ka, gimana penampilan Abang? Udah perfect belum?” tanya Juna tiba-tiba yang seketika mengejutkan Arka. Arka pun menilai penampilan Juna dari atas hingga bawah, menurutnya penampilan abangnya terlihat seperti biasanya ‘perfect’. “Udah, Bang.” Juna tersenyum, lalu kembali bercermin. Tingkah Juna itu semakin membuat Ar

