Setelah termenung cukup lama Juna pun bergegas pergi ke kamar Sherly untuk menanyakan apakah mamanya telah menghubungi gadis itu dan apa yang telah dibicarakan mamanya kepada sosok asisten pribadi adik-adiknya itu. Tiba di depan kamar Sherly, Juna pun menatap pintu kamar itu. Haruskah ia mengetuk pintu kamar Sherly? Bagaimana jika ia telah mengganggu waktu istirahat gadis itu? Seketika ia ragu. Tangan yang tadinya sudah terkepal dan bersiap mengetuk pintu kamar di hadapannya itu kini berpindah ke sisi tubuhnya. Juna sudah bersiap berbalik menjauhi kamar asisten pribadi adik-adiknya itu, namun ia kembali berbalik dan malah mengetuk pintu kamar Sherly. Tak apalah mengganggu sebentar waktu istirahat Sherly, ia terlanjur penasaran dengan apa yang akan atau mungkin telah dilakukan mamanya k

