Sherly tampak gelagapan. “Emm, a-anu Bang, tadi saya enggak sengaja tabrakan sama salah satu karyawan sini yang habis dari pantry bawa kopi panas,” jawabnya sambil menundukkan kepalanya. Juna meraih tangan kiri Sherly yang terkena tumpahan kopi panas itu. Punggung tangan gadis itu tampak memerah. Sepertinya airnya masih panas, jika cuman hangat tidak mungkin punggung tangan Sherly sampai memerah seperti ini. Dan tanpa sadar Juna meniup luka merah itu. Sherly yang mendapat perlakuan tak terduga dari Juna pun jelas terkejut dan hampir saja ia memekik. Juna menatap Sherly yang wajahnya tampak memerah. “Masih kerasa perih?” tanyanya dengan lembut. Perasaan kesalnya seketika menguap begitu saja digantikan rasa khawatir. Padahal Juna beberapa menit yang lalu uring-uringan, bahkan Cindy dan Sh

