Juna menghela napasnya melihat adik bontotnya yang masih merajuk akibat insiden semalam. Sementara si pelaku yang menyebabkan Sean merajuk seperti anak perawan malah terlihat acuh dan terlihat tidak ada beban sama sekali dengan sikap Sean pagi ini. “Ka,” panggil Juna pada adik nomor satunya itu seraya menyenggol pelan kakinya. Arka yang sedang sibuk mengaduk buburnya pun mengangkat wajahnya saat mendengar Juna memanggilnya. Tanpa suara ia bertanya ‘apa?’ pada Juna. Juna pun memberikan isyarat pada Arka seraya menunjuk dengan dagunya ke arah Sean yang sejak tadi menekuk wajahnya. Arka yang mengerti isyarat yang diberikan Juna pun mengangguk, lalu coba berbicara dengan adik bungsunya itu. “Ekhemm, Yan, Abang minta maaf udah ngehabisin s**u lo di kulkas. Abang janji nanti pulang kerja Aban

