"Gue besok kontrol di rumah sakit, lo temenin gue, ya!" Adios mengambil sebotol soft drink dan melemparkannya padaku yang duduk santai sambil menikmati tubuh bidangnya. Beruntung aku sigap menangkap, hingga kaleng berisi minuman itu tidak mengenai jidatku. Kalau sampai itu terjadi, dapat dipastikan benjolan segede cintaku padanya akan muncul di dahi. Memang cintaku pada siapa, sih? Hati ini saja sudah beku sekarang. Dulu memang iya, sebesar itu cinta yang kuberikan pada Mas Dales, tapi sekarang? Hilang! Bagai debu tertiup angin topan, beterbangan dan hinggap di semua objek yang dia mau. Kira-kira seperti itulah nasib cintaku sekarang. "Besok kalau ada waktu luang. Gue mau ke salon lagi. Mau maskeran, facial, pokoknya treatment, deh. Memanjakan diri. Eh, batewe, lo yang bayar treatment g

