"Jadi apa rencana Kakak selanjutnya?" Lelaki itu duduk bersandar tembok, satu tangannya memegang rokok, sedang tangan lainnya mengenggam kaleng softdrink. "Entah, menunggu diceraikan yang jelas! Tapi tetap semua sertifikat dan surat-surat penting harus kembali ke tanganku dulu!" Adios mengangguk. Lelaki muda itu mengambil ponselnya ketika benda itu berdering. Raut wajahnya berubah cerah, saat tahu siapa yang menghubunginya. Aku bisa merasakan suasana hatinya yang kembali bersinar, tidak seperti tadi. "Ya, Ma!" Oh, dari Ganesh! Aku membayangkan sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat ini. Pastinya bukan hal yang baik, meski menurutnya baik sih. Bagaimana juga Mas Dales sudah mengatakan akan menikahi Ganesh, dan itu berarti wanita yang melahirkan Adios pasti akan memberi tahu anaknya

