"Gue pulang!" Aku mengalihkan fokus dari ponsel ke lelaki yang baru saja masuk ke kamar. Di tangannya, ada box pizza dan jus jambu pesananku. Untuk kali ini, aku harus berterima kasih banyak pada Adios yang susah susah payah membelikan pesananku. "Gara-gara lo jadwal gue berantakan. Dasar menyusahkan!" Dia menaruh kasar pizza di meja, lalu keluar lagi dari kamar. Tawa puas mengelegar di kamar. Aku cukup yakin, jika sekarang Adios pasti sedang uring-uringan karena baru pukul lima sore aku sudah menyuruhnya pulang, apa pun kondisinya, dia harus pulang! Dan dengan manisnya, lelaki itu menurut. So sweet. "Dahlah, mending lo pulang aja sana! Dari pada bikin gue ribet terus!" Dia menghempaskan tubuhnya ke ranjang setelah masuk kembali. "Ye, tadi bilang gue suruh di sini dulu sampai tenang

