Setelah dinyatakan membaik oleh dokter, Aqna diizinkan untuk pulang dan melanjutkan perawatannya di rumah. Aqna meminta Aqila untuk tinggal bersamanya. Jelas Aqila menolak, bukan karena rumah Zaidan yang kecil. Meski secara agama menyatukan dua istri dalam satu rumah memang diperbolehkan asal berbeda kamar. Namun, bukan itu yang jadi beban pikiran Aqila, tapi dia memikirkan segala kemungkinan yang akan orang pikirkan tentang dirinya. Zaidan jelas tidak setuju, tapi dia diam saja. Apa yang bisa dia lakukan. Aqna memang benar secara agama Aqila adalah istrinya, tanggung jawabnya. Menambah beban baru dalam hidupnya. “Kamu bisa tidur di kamar Zaina. Nanti kita ganti ranjangnya dengan ranjang yang lebih besar, ya ‘kan Bang?” Aqna meminta persetujuan Zaidan. Zaidan tercengang. Dari kema

