Menangis Tanpa Air Mata

1084 Kata

Aqila tidur miring memeluk guling. Linangan air mata terus mengucur membasahi bantal. Entah sampai kapan Aqila menangisi orang yang jelas-jelas tidak mencintainya.  Dia sadar ini jelas bukan cinta, Zaidan hanya berpura-pura menerimanya demi menghargai Ahmad. Aqila malu telah mengumbar pada semua orang bahwa Zaidan adalah calon suaminya.  Sesaat dia teringat, tentang ledekannya pada Haris. Ternyata dia juga merasakan bagaimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan. Sebelum perasaannya pada Zaidan semakin dalam, dia harus segera melupakannya.  Hati sudah memilih hari bahagia. Namun, dia tak dapat berbuat apa-apa. Meski begitu dia percaya sedih perlahan akan sirna. Tapi bagaimana dengan keluarganya? Ahmad? Apa dia bisa terima semua ini? Aqila duduk. Melempar bantal dan guling dengan kasar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN