Rahasia Kelam

1334 Kata

Zaidan terlihat resah. Ponsel masih menempel di telinganya. Entah ini nada sambung ke berapa yang terhubung ke ponsel Aqna. Wanita itu membuatnya tidak sabar menanti.  Sesaat kemudian Zaidan tersenyum mendengar seseorang menyahut dibalik telepon. Dia menjauhkan ponselnya, lalu menarik napas.   “Halo, Assalamualaikum …,” ucapnya sesaat setelah dia mendekatkan kembali ponsel itu ke telinga.  [Waalaikumsalam ….]  Dia terdiam sejenak. Hatinya bergetar mendengar suara anak kecil di balik telepon.  [Mau ke Bunda, ya?]  “Ini siapa?” tanya Zaidan pelan. Dia ingin memastikan bahwa itu adalah suara anaknya.  [Ini Zaina. Anaknya bunda. Om siapa?]  Suaranya lembut membelai telinga Zaidan. Dia terdiam. Hatinya bergejolak. ‘Aku ayahmu, Nak. Aku ayahmu.’ [Kok om diem? Om masih di sana, ‘kan?] 

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN