BAB 10 SIDANG MEDIASI Bergegas dia bangkit dan kembali ke mobilnya. Sepanjang jalan,dia mencoba berpikir. Apa yang harus dia lakukan? Dia harus bisa mendapatkan hati Kienan lagi. Dia tidak mau dipenjara. Kring … Ponsel Akbar berbunyi. Segera, dia mengangkatnya. "Halo … sayang kamu dimana?" tanya Rachel panik. "Aku masih di jalan, sayang. Ini mau pulang. Ada apa? Kenapa kamu panik gitu?" jawab Rachel. "Sayang … tolong … perut aku sakit banget!" ujar Rachel. "Sayang … kamu tenang dulu, oke? Sebentar lagi aku sampai!" Akbar mengemudikan mobilnya dengan kencang. Beruntungnya, lalu lintas sedang lancar. Tak sampai setengah jam, dia sudah sampai di depan rumah. "Sayang! Rachel! Kamu dimana?" teriak Akbar. Bi Murni tergopoh-gopoh berlari ke depan. "Maaf, Pak Akbar. Saya tadi sedang d

