BAB 11 TERSANGKA "Aku akan menggunakan anak kami sebagai senjata." "Anak kalian? Dia beneran hamil?" "Iya, sayang! Kamu sabar dulu, ya! Aku pasti akan menikahi kamu secara resmi. Tapi, tidak dalam waktu dekat. Aku harus bisa mendapatkan hati Kienan dulu!" "Iya, sayang! Aku ngerti, kok!" jawab Rachel sembari tersenyum. *********************************** Satu Minggu berlalu. Kini, Rachel sudah pulang ke rumahnya. Hari ini adalah hari dimana Akbar seharusnya memenuhi undangan pihak kepolisian. Sayang, dia mangkir. Hari ini, Akbar ada janji temu dengan seorang pengacara. "Selamat siang Pak Darmawan!" "Selamat siang, Bapak Akbar! Silahkan duduk!" ujarnya. "Terimakasih, Pak Darmawan!" "Bagaimana, Pak Akbar? Ada yang bisa saya bantu?" "Iya, Pak! Begini!" Akbar menceritakan semua ma

