Bab. 9 - Pemilik Hati

2199 Kata

Suara musik dari balik headset yang dikenakan Gama perlahan menghilang. Seseorang sudah menarik kabel headset dari telinga. Cowok itu hampir saja berteriak marah. Sebelum matanya mendapat pemandangan Nessa berdiri mematung. Ditelitinya raut muka Nessa yang terlihat aneh. "Kenapa?" tanyanya bingung. "Ini proposal yang udah gue kelarin. Balikin laptop gue. Sekarang." Nessa bicara datar tanpa ekspresi. "Gue cek dulu." "Gue bilang, balikin laptop gue. Sekarang. Lo bisa ngerti bahasa gue kan?" Gama cuek. "Ntar gue balikin." "Lo suka sama gue?" Gama terkesiap. "Apa lo bilang?" Nessa terdiam sejenak. Mengamati ekspresi pada raut wajah ketua Senat yang matanya mengindikasikan keheranan. "Gue pikir lo suka sama gue. Kata Niko sih ada kemunginan kayak gitu." "Terus lo percaya sama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN