Embusan angin di pertengahan bulan April. Mengalirkan aroma khas peralihan musim. Anna masih larut dalam lamunan. Menikmati setiap cerita silam bersama Juna yang sudah melepas status spesial mereka. Ia masih tak memahami jalan pikiran pria tersebut. Ia tahu betapa Juna masih menyukainya, tidak maksudnya mencintainya. Dan entah mengapa Juna malah semakin jauh ia gapai. Anna rindu tapi tak sanggup mengatakan. Berulang kali mengetik sebuah pesan, menghapus, mengetik lagi, hapus lagi. Mencari nomor kontak Juna. Menutupnya lagi. Membuka lagi. Membatalkan lagi. Begitu seterusnya yang bisa dilakukan Anna. Kemudian hanya merutuk dan mengomel menyalahkan sang ponsel tanpa dosa. Padahal memang ia sendiri yang takut Juna tak meresponnya sama sekali. Mengingat hubungan mereka memang telah kandas.Tak

