Bab 11 - Kiss

2844 Kata

Anna melipat dua tangan di d**a. Sorot mata tajamnya mengisyaratkan meminta penjelasan detail dari sahabatnya. Nessa masih duduk mematung di sofa. Sejak pulang dari kampus sore tadi, hingga malam ia masih belum sanggup membuka bibir. Antara shock dan senang bercampur memperkeruh perasaan dan isi kepala. "Nes! Lo harus ceritain semua kronologinya dengan jelas tanpa ada yang ditutup-tutupi. Pokoknya gue nggak mau tahu, lo harus kasih tahu gue. Kapan, di mana, seperti apa Gama nembak lo?" tukas Anna meluap-luap antusias. Sayangnya Nessa masih terbungkam seribu bahasa. "Lo dengerin gue ngomong nggak sih, Nes? Halo?! Nessa! Are you ok? Lo nggak kesambet setan atau demit kampus kan?" Anna melayangkan tangan di depan wajah Nessa. Gadis itu tetap tak berkedip. Nessa bagai patung hidup yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN