Bab. 21 - Rasa Bersalah

1842 Kata

Setelah Nessa mengikuti langkah Brian dengan sukarela, keduanya berjalan bersisihan sambil berpegangan tangan. Tentu saja bukan tas kemauan Nessa. Cengkraman Brian terlalu menyakitkan bila dilawan. Lebih baik dia mengalah supaya emosi cowok ini lekae turun. Biasanya makin memberontak, Brian akan makin kesenangan. Tapi kalau sudah pasrah cowok itu pun akan ikut tenang. "Mau ngapain sih kita ke villa hampir tengah malem gini? Serem tahu!" protes Nessa merasakan bulu kuduknya meremang. Walaupu cahaya lampu di vila masih menyala terang, tetap saja suasananya sepi senyap. Seorang pria renta baru saja ke luar dari dalam rumah, menghampiri Brian dan menyerahkan kunci rumah. Lalu pamit pulang. Bapak itu adalah penjaga vila. Tidak semua vila di sana milik keluarga Jenie. Sebagian lain milik par

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN