Bab. 20 - Perubahan

2193 Kata

Malam berikutnya di perkemahan... Mereka duduk bersila mengelilingi api unggun. Tumpukan kayu dengan kobaran nyala api jingga kemerahan itu tampak begitu hangat dan tenang. Meski tak ayal sang angin menyibaknya perlahan. Jason dan Ken maju berdiri ke tengah-tengah namun tak terlalu dekat dengan api unggun. Keduanya saling lirik, tersenyum mencurigakan dan melakukan tos bersama. Yang lain mengangkat satu alis curiga. Lebih-lebih Annaa yang duduk menekuk lutut di samping Rafa. Ia ngeri tiap ingat permainan bodoh Brian di bus. Perasaannya sudah tak enak kalau menyangkut kata game. "Gimana, udah pada siap?" tanya Ken ambigu. "Siap buat apaan? Gue nggak paham kenapa kita harus melakukan hal semacan ini. Bukan kah kita udah cukup dewasa," protes Gama masih tak mau melepaskan genggaman tang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN