Gama tak berminat sama sekali dengan tumpukkan kado di atas mejanya. Kue ulang tahun berukuran cukup jumbo juga tak tersentuh. Ia duduk bertopang dagu memandang layar ponsel. Berharap seseorang memberinya ucapan spesial di hari bersejarahnya. Nihil. Sejak semalam sampai menjelang senja belum ada pesan dari Nessa. Ia malas pulang ke rumah. Hanya akan berakhir melamun di kamar sendirian. Jauh dari orang tua juga menimbulkan kesepian tersendiri baginya. Lagi-lagi Gama menghela napas berat. "Gama!" pekik Niko tiba-tiba. Gama dibuat spot jantung secara mendadak. Belum sempat cecaran panjang terlontar, Niko sudah menarik pergelangan tangan Gama. "Eh, kupret! Lo ngapain tarik-tarik tangan gue?! Mana bikin gue kaget juga lagi!" sembur Gama masih mengatur ritme dalam dadanya. "Lo nggak tahu

