Bab. 26 - Perasaan Bimbang

1811 Kata

Satu bulan kemudian... Brian berdiri tegak dengan satu tangan memegang sebotol soda dingin. Kilat mata elangnya menerawang memandang sang angkasa dari teras balkon kamar super mewahnya. Ia tak peduli bisingnya suara game yang ditimbulkan Jason dan Ken di dalam sana. Ia lebih berminat mengenang sedikit sisa kenangan masa lalu dalam ruang ingatannya. *** Ferrari hitam milik Brian masih melesat merajai posisi balap. Beberapa mobil lain saling menyalip berusaha mendahului dan mengejar ketertinggalan. Dalam sejarah racing, belum pernah cowok tampan idola para gadis ini kalah di arena. Ia selalu jadi kebanggaan teman-temannya sesama penyuka balapan. Tapi malam itu, sepertinya bukan malam keberuntungan bagi sang tuan muda. Laju mobilnya memelan beberapa meter mendekati garis akhir. Ia pik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN