Aku menikah lagi
Segenap rasa dan jiwaku telah ku labuhkan padamu,kita pun berakad dan mengurai ikrar untuk saling setia.
Namun kini ada dia,apakah ini ujian Tuhan untuk aku???
Dan bagaimana jika iklas tak hadir dalam jiwaku.
Bersama denganmu mengarungi bahtera rumah tangga,kuyakin kamu hanyalah untukku.
Aku tak pernah meminta cinta yang berlebih,aku hanya ingin sakinah.
Dan kini mengapa dia,kamu undang dalam istana kita,perih,sakit dan sesak hati ini hingga pudar harap mawadah bersamamu.
Bingung,sedih dan juga rasa tak percaya menjadi satu menggerogoti hati dan pikiranku.
Mau gak mau,aku harus merelakan cinta untuk di bagi yang tidak semua orang siap dan mau berbagi.
Mulut dengan mudahnya berucap,
ini sudah kehendak Tuhan.
Lalu aku dianggap apa?sebuah boneka yang tidak berhati,boneka yang akan diam saja saat tersakiti???
***********
Namaku Keira Citra,yang lebih dikenal dengan Rara,aku berusia dua puluh lima tahun.
Aku memiliki suami yang bernama Ilham yang usianya lebih tua dariku tiga tahun.
Mas Ilham berkerja sebagai Manager di sebuah perusahaan besar di kota Surabaya.
Kami memang tinggal di kawasan Elite di Surabaya timur.
Sudah seminggu ini mas Ilham tidak pulang,bahkan dia juga tidak bisa di hubungi.
Tentu aku sangat khawatir dengannya.
"Kamu dimana sih mas,kenapa ponsel kamu tidak bisa dihubungi??kenapa perasaanku jadi tak enak?"batinku dengan air mata yang jatuh tanpa isak tangis.
Tubuh dan pikiranku yang lelah membuatku tidur sejenak.
Saat terbangun,mas Ilham sudah duduk di sampingku.
Dengan sisa nyawa yang kumiliki aku langsung memeluk mas Ilham.
"Kamu pulang jam berapa mas?kenapa tidak membangunkan aku?Kenapa ponselnya selalu tidak aktif?aku sangat mengkhawatirkanmu mas!"aku memberondong mas Ilham dengan banyak pertanyaan.
Mas Ilham yang gemas pun mencubit hidungku.
"Aku baru saja sampai,namun aku lihat kamu sangat nyenyak jadi aku tidak tega membangunkanmu.Maaf ponselku kemarin rusak jadi gak aktif."katanya lalu bangkit dari dari tempat tidur.
"Ra....Aku ingin bicara padamu"katanya dengan menatapku dari tempat dimana dia berdiri.
Aku yang penasaran lalu mendekatinya dan bertanya
"Apa mas?kelihatannya sangat penting,apakah berita yang menggembirakan?"aku antusias ingin segera ingin tau apa yang ingin mas Ilham bicarakan.
Mas Ilham memelukku dengan erat,bahkan dia berkali kali mengecup keningku sambil bilang
"Maafkan aku"lirihnya.
Mendengar kata katanya tentu aku tersenyum dan menimpali
"Kamu kenapa sih mas,memangnya kamu salah apa?kenapa minta maaf padaku?"tanyaku dengan menangkupkan kedua tanganku ke wajah mas Ilham.
Dengan raut wajah yang tidak karu karuan mas Ilham menjawab
"Aku menikah lagi Ra"
Seketika tanganku turun dari wajahnya,aku menatapnya sesaat mencari kebohongan dalam matanya namun nihil.
Aku yang tidak percaya pun berkata
"Gak lucu deh mas candaannya,ultahku masih lama ,kenapa kamu ngeprank aku dengan candaan murahan gini."kataku dengan tertawa.
Ilham pun menarikku dalam pelukannya,"dengar Ra,aku sungguh tidak bohong,aku telah menikah lagi,tolong restui pernikahan kami"lirihnya.
DUUUUAAAARRR
Kata kata mas Ilham bagai petir menyambar jantungku,hancurlah hatiku kini.
Air mata pun lolos begitu saja tanpa ada Isak tangis yang mengiringinya.
Aku mundur sesaat sehingga tubuhku kini membentur lemari.
Karena tak kuat menopang tubuh yang bergetar aku pun terduduk lemas degan mendekap kakiku.
Ilham yang melihat keadaanku pun berusaha menghampiriku namun aku melarangnya.
"Jangan mendekat,aku tak Sudi disentuh olehmu,apa salahku mas!!!hingga dengan tega kamu sakiti aku seperti ini,apa kurangnya aku di dalam hidupmu,hingga kamu mencurangi aku."ucapku mulai terisak.
Ilham menatapku dengan sendu
"Maafkan aku Ra"Ilham pun mencoba meminta maaf padaku.
Aku tersenyum dalam tangisku lalu berucap
"Semudah itu kamu ucapkan kata maaf mas,seharusnya kamu berfikir dulu sebelum mengambil keputusan dalam hidupmu.'kataku yang membuat Ilham terdiam seketika.
"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku Ra???"tanyanya dengan menatapku sendu.
Mendengar kata katanya membuatku berdiri lalu menatapnya
"Pilihlah satu diantara kami"kataku tegas lalu membuat wajahku sembarang.
Ilham yang bingung pun mengusap rambutnya seraya berucap
"Andai aku bisa memilih Ra,sayangnya aku tidak bisa memilih satu diantara kalian"lirihnya yang membuatku menangis dan kali ini isak tangisku terdengar.
Isakan tangis yang sangat memilukan,bagi orang yang mendengarnya pun akan tercabik hatinya.
Tangisan seorang istri yang di madu suami yang sangat dia cintai,pernikahan yang diimpikan akan jadi sakinah,mawadah dan warohmah hanya tinggal angan angan.
"Aku menginginkan seorang keturunan,kita sudah menikah lima tahun namun kita belum saja di karuniai seorang anak"katanya lirih tanpa menatapku.
"Aku tau dan paham mas,tapi gak gini caranya,ketidakmampuanku untuk memberi katurunan, kamu jadikan alasan untuk menikah lagi,itu bukan solusi.Namun sudahlah nasi telah menjadi bubur."kataku lalu beranjak hendak keluar kamar.
Dengan sigap Ilham menarikku dan memelukku namun aku meronta sehingga aku terlepas dari pelukannya.
"Beri aku ruang,aku ingin sendiri mas"kataku lalu keluar kamar.
Di kamar sebelah,ku tumpahkan semuanya.Ntah banyak air mata yang keluar.
Karena sangat pusing dan merasa lelah akhirnya aku terlelap
Di sisi lain Ilham hanya membolak balikan badannya di kasur,tanpa bisa terlelap.
Rasa bersalahnya kini telah menggerogoti hatinya.
"Maafkan aku,menduakan cintamu dan mengingkari janji suci kita Ra,berat rasa hatiku meninggalkan dirinya.
Dan demi apapun Ra,maafkanlah aku.kita bisa menjalani hidup bertiga dengan rukun"gumam Ilham.