“Siapa—ah, rupanya kau. mau bicara? Oke silahkan, aku sudah selesai kok. Ah ya Reca, aku menunggu informasi selanjutnya dirumahmu oke? Pokoknya kau harus mengabari aku apapun yang terjadi. Sampai nanti,” Adelia berujar sambil sibuk sendiri membawa beberapa barang miliknya. Dia bahkan menyelesaikan makanannya yang tersisa lalu mengangkat tass dan pergi begitu saja memberi aku ruang dan tempat untuk bicara berdua saja dengannya. Tanpa banyak bertanya, Dira segera mengambil kursi tepat didepanku menempati kursi bekas Adelia sehingga kami berdua berada dalam posisi berhadapan. Mataku masih belum lepas pandang dari sosok pria tinggi. segalanya berawal dari mata kami bertemu hingga akhirnya dia benar-benar berada didalam jangkauanku. Ini lucu. Apalagi ketika pria itu memberiku tatapan yang sam

