Ujaran yang dikatakan oleh Dira tadi benar-benar membuatku tidak bisa berkata apa-apa. Oke, terlepas daripada gurauannya padaku, tapi aku selalu tidak bisa melupakannya. Aku ingin bicara dan mengatakan betapa muluknya janji yang dia utarakan didepanku dan Gillian. Tapi tenggorokanku tercekat oleh sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan sama sekali. Itu seperti sebuah kesungguhan dan juga ketulusan yang nyata. Tidak ada yang bisa aku nilai lagi. Aku merasa sudah benar-benar mengenal Dira, bahwa setiap kali dia bersumpah, berjanji atau mengikrarkan sesuatu dengan cara yang lantang. Itu artinya dia membuat sebuah hal yang tidak bisa di ingkari oleh dirinya sendiri dan juga orang sekitarnya. Seolah dia akan menjamin keberlangsungan daripada kata-kata yang dia ucapkan. Apakah aku terlena? Apakah

