48. Tragedi

2664 Kata

"Kamu ... bisa melakukannya sekarang, Arya," ucapku gugup. "Kamu menginginkannya?" bisik Arya. "Kalau kamu mau, aku enggak akan nolak kali ini," sahutku. "Kalau aku enggak mau?" tanya Arya lagi. "Hah?" ucapku tak mengerti. Arya menatapku selama beberapa detik. Bibirnya mendekat, mencium keningku. Lalu mencium bibirku lembut, lembut, lembut, hingga akhirnya terdiam. Tangannya bergerak di atas dadaku, membuka kancing piyama putih dengan motif garis halus biru, yang sama dengannya. Aku memejamkan mata, demi menetralisir kegugupan. Hingga akhirnya, tak ada lagi pergerakan dari tangan Arya. "Dinda," panggilnya. Aku membuka mata kembali. "Aku mau," lanjutnya, dengan tangan yang kini bergerak mengancingkan kembali piyamaku. "Tapi enggak sekarang. Aku masih harus menjaga harga diriku, ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN