49. Tante Adinda?

2090 Kata

"Jangan, Arya." Aku menahan lengannya. Arya menoleh, menatapku dalam. "Ini udah kelewatan, Dinda. Dulu, dia manfaatin kebaikan aku, buat keuntungan dia. Harusnya aku yang dendam sama dia, bukan dia yang terus-terusan mengusik hidup aku!" "Iya, aku dendam sama kamu, Arya. Semua yang aku mau, selalu menjadi milikmu. Rangking pertama, menjadi kesayangan para guru, teman-teman baik yang tidak memandang fisik, kekayaan, orang tua yang perhatian. Kamu memiliki semuanya! Sedang aku, hanya anak miskin yang tidak pernah dihargai oleh siapa pun!" teriak Pak Arif yang ternyata sudah berdiri. "Hah, iya. Kamu memang tidak pantas dihargai. Manusia mana yang patut dihargai, jika memiliki hati kotor seperti kamu! Pendendam, pendengki, dan ...." Arya berjalan semakin mendekat. "b******n!" Cepat aku b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN