50. Andin Dan Violetha

2044 Kata

"Tidak semua laki-laki bisa menerima keadaan perempuan yang dicintainya. Apa lagi untuk laki-laki seperti dia. Apa keluarganya tau, dia menyukai janda anak satu sepertimu?" Tiba-tiba, kalimat itu melintas begitu saja. Ucapan Pak Arif, beberapa waktu lalu ketika kami dalam perjalanan untuk makan siang bersama. "Ayo, Tan!" Aku menoleh. "Bu Andin?" "Dinda? Lagi apa kamu di sini?" "Sedang ...." "Oh, kamu lagi ajak anak kamu jalan-jalan? Sama siapa? Sendirian? Tumben enggak sama cowok?" "Saya permisi, Tante," pamitku segera. "Tante jangan mudah percaya sama dia. Klarifikasi Mas Arya di acara gosip itu juga pasti rekayasa dia." Aku baru tiga langkah menjauh dari mereka. Kenapa Bu Andin harus berkata seperti itu? Apa dia sengaja? . "Bunda, nanti ke toko itu lagi. Buku mewarnai di s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN