15. Rasa Lain

2422 Kata

Terdengar pintu diketuk. Aku bangkit untuk membukanya. Dari jendela bisa kulihat itu Arya. "Hai," sapanya. "Hai," sahutku. Aku kembali duduk di atas lantai, menikmati makan malamku. Samangkuk mie rebus yang ditambah telur. "Enggak bosen, makannya itu terus. Mie-telur-mie-telur," ucapnya sambil berjalan ke arah meja kompor untuk mengambil piring dan sendok. Lalu duduk di depanku, mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Aku memperhatikannya. Sempat tergiur melihatnya membuka nasi bungkus dengan lauk ayam goreng. "Udah biasa," ketusku. Melanjutkan makan tanpa berbicara lagi. Berkat celengan yang dia bawa dari rumahnya, Arya bisa makan dengan lauk mewah walau tidak setiap hari. Katanya, agar tidak bosan. Ya, begitulah akhirnya. Kami tinggal bersama, dengan jadwal tidur bergilir di atas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN