[Pov Arya] *** "Ah, lupa," gerutuku. Menyadari tidak membawa baju ganti ke kamar mandi. Kubuka pintu perlahan, mengintip apa ada Dinda di dalam rumah. Sepertinya tidak ada. Itu artinya aman. Ya, selama ini aturan itu tetap berlaku. Jika aku mandi, Dinda harus menunggu di luar. Dan jika Dinda yang mandi, maka aku pun akan menunggu di luar rumah. Akhirnya, aku keluar dari kamar mandi dengan langkah santai. "Ih, Kakak!" Aku menoleh ke belakang. Dinda sudah berdiri di muka pintu, dengan satu tangan menutup wajah dan satunya lagi memegang kantong plastik. "Keluar dulu, dong!" perintahku. Dinda malah berbalik. "Cepetan!" Akhirnya aku asal mengambil baju, dan segera memakainya. "Udah," ucapku. Beruntung aku sudah memakai celana. Dinda berputar kembali. Berjalan sambil menahan tawa. Je

