17. Firasat

2370 Kata

Hujan turun dengan derasnya. Aku menengokkan kepala ke segala arah. Jalanan mulai sepi karena hari yang sudah petang. Akibat mengerjakan tugas mendadak, membuatku pulang terlambat. Hampir aku melangkah, tapi urung karena mendengar seseorang memanggil. "Kak Arya? Katanya hari ini kuliah pagi." "Hujannya deras banget, aku bawain kamu jaket," sahutnya mengabaikan pertanyaanku. Lalu dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tas. Benar, itu jaketku. Aku menerimanya, kemudian kupakai segera. "Payungnya berdua aja, ya," ujarnya sambil membuka payung di tangannya. "Sejak kapan nungguin?" "Sejak rintik air mulai berjatuhan dari langit," jawabnya. "Ih, dasar!" Kutepuk lengannya. "Ayo, pulang! Aku udah beli makan tadi sore," ajak Arya. "Ayo!" sahutku. Setibanya di teras rumah, baju kami teta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN