18. Perpisahan Itu

2616 Kata

Jam kuliah selesai pukul empat. Aku bergegas pulang karena langit yang ternyata masih terlihat mendung. Benar saja. Ketika memasuki gang, rintik air mulai berjatuhan dari atas sana. Aku berlari semakin cepat. Di depan rumah aku berhenti. Bukan karena hujan yang reda, tapi melihat Arya berdiri di depan pintu. Memakai celana jin dan kaos, juga jaket hitam tebalnya. Yang membuatku semakin terkejut adalah ... koper di sampingnya. "Kak Arya, mau ke mana?" Aku bertanya dengan suara serak, nyaris tak kuasa menahan rasa panas di kedua mata. Beruntung aku berdiri di bawah gerimis hujan. Setidaknya jika menangis pun Arya mungkin tidak akan menyadarinya. Arya terdiam. Dia hanya menatapku. Aku melangkah, naik ke atas teras. Semakin dekat ke arahnya. "Dinda," panggilnya, seraya memeluk tubuhku ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN