"Ini, minum. Biar enakan," kusimpan segelas teh madu di atas nakas. Arya memincingkan mata, menarik tubuh untuk duduk tegak. "Makasih," ucapnya. Meraih gelas itu, kemudian meneguk isinya. "Pak Mali udah tidur di kamar tamu," ucapku. Arya menganggukkan kepala. "Udah telepon Opi?" "Udah. Opi, Mas Gio sama Khanza nginep di rumah." "Baguslah kalau gitu," ujar Arya sambil menyimpan gelas di atas nakas lagi. "Aku ke kamar mandi dulu," pamitku. Arya menganggukkan kepala. "Aku mau tidur, kepalaku agak pusing." "Hmm, istirahat aja." Aku pun keluar dari kamar, meninggalkannya yang sudah merebahkan tubuh di atas kasur. Dia pasti benar-benar kelelahan. Bagaimana tidak. Setelah kejadian horor tadi siang, tak lama polisi datang karena mendapat panggilan telepon dari Pak Hardi. Tentu saja aku da

