"Ayo, Yun. Kita ma ... Pak Roy?" "Yuni sudah turun. Kamu makan siang sama aku," ucap lelaki itu tak acuh. "Tapi, Pak ...." "Ayo, Arya dan Jeremy udah nunggu di bawah," pungkasnya. Akhirnya aku hanya bisa mengembuskan napas. Harus seperti ini lagi. Benar saja, setibanya di lobi, Arya sudah menunggu di dalam mobilnya. Sedang Pak Jeremy, dia masih asyik bermesraan bersama Tiffany di samping mobilnya. Sempat aku menatap Arya, berharap dia 'menolongku' agar tidak satu mobil dengan Pak Roy. Akan tetapi, Arya malah menutup kaca jendela mobilnya. Akhirnya, aku masuk ke dalam mobil Pak Roy. Sepanjang jalan, aku terdiam. Tak tahu harus berkata apa. Beberapa kali Pak Roy bertanya, apa aku sakit, apa Fia sakit atau sedang ada masalah. Aku hanya menjawab pendek semua pertanyaannya dengan kata

